JAMBI, GENTALANEWS.COM – Ketua Pengurus Wilayah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (PW AMAN) Jambi resmi membuka kegiatan Pelatihan Jurnalis Masyarakat Adat bertema “Kabar dari Masyarakat Adat kepada Dunia”, yang berlangsung pada 6–8 November 2025 di Hotel Sang Ratu, Kota Jambi.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Biro Informasi dan Komunikasi (Infokom) PW AMAN Jambi dengan dukungan dari Cultural Survival dan Norway’s International Climate and Forest Initiative (NICFI). Pelatihan ini bertujuan memperkuat kapasitas jurnalis komunitas adat agar mampu menyampaikan informasi, isu, dan perjuangan masyarakat adat melalui media massa dan kanal digital.
Ketua PW AMAN Jambi, Endang Kuswardani dalam sambutannya menyampaikan bahwa masyarakat adat memiliki banyak cerita, perjuangan, dan kearifan yang patut diketahui publik. Melalui pelatihan ini diharapkan lahir para jurnalis masyarakat adat yang mampu menulis dengan perspektif komunitas sendiri.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sudah saatnya masyarakat adat berbicara dengan suaranya sendiri, menulis kisahnya sendiri, dan menyiarkan perjuangannya kepada dunia,” ujar Ketua PW AMAN Jambi endang dalam sambutan pembukaan.
Pelatihan ini diikuti oleh 20 peserta, terdiri dari perwakilan Biro Infokom di Pengurus Daerah, unsur komunitas adat, serta organisasi sayap AMAN seperti BPAN, Perempuan AMAN, dan PP MAN.
Selama tiga hari, peserta akan mendapatkan berbagai materi tentang pengetahuan dasar jurnalistik, etika pemberitaan, teknik reportase dan wawancara, penyuntingan naskah, serta penggunaan foto dan video jurnalistik. Materi juga mencakup pemanfaatan media sosial sebagai ruang kampanye masyarakat adat.
Menariknya, pelatihan ini juga menghadirkan TempoWitness sebagai narasumber untuk memperkenalkan konsep citizen journalism dan pelatihan langsung menggunakan aplikasi jurnalisme warga tersebut. Peserta diberi kesempatan membuat laporan berita berbasis teks, foto, dan video langsung dari lapangan.
Di hari terakhir, sesi khusus membahas peran penting jurnalis masyarakat adat dalam perjuangan hak-hak komunitas serta strategi kolaborasi media di lingkungan AMAN.
Dengan kegiatan ini, AMAN Jambi berharap lahir jurnalis-jurnalis muda dari komunitas adat yang tidak hanya memahami teknik menulis berita, tetapi juga mampu menjadi corong perjuangan dan pelestarian budaya adat di Jambi dan Nusantara.
“Lewat pelatihan ini, kita ingin membangun kesadaran bahwa berita dari masyarakat adat bukan hanya untuk dibaca, tapi juga untuk didengar dan diperjuangkan,” pungkas panitia pelaksana. (Stwn)










