KERINCI, GENTALANEWS.COM – Longsor yang terjadi di Kecamatan Gunung Kerinci, Kabupaten Kerinci, kembali menyebabkan empat desa di kawasan Sungai Betung terisolir. Proses pembersihan material longsor telah dimulai sejak pagi kemarin, namun longsor susulan kembali terjadi dan menghambat penanganan di lokasi.
Satu unit alat berat milik Dinas PUPR Kabupaten Kerinci dikerahkan untuk membersihkan material yang menutup badan jalan. Longsor tersebut membuat akses menuju empat desa di Sungai Betung tertutup total sejak dini hari.
Namun upaya pembersihan tidak berjalan mulus. Pada hari pertama pengerjaan, titik longsor baru kembali muncul, sehingga pekerjaan menjadi lebih lambat dan harus dilanjutkan pada hari berikutnya.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Tebing setinggi belasan meter mendadak runtuh, menutup seluruh badan jalan. Bahkan sebuah alat berat jenis eskavator nyaris terperosok ke jurang akibat tanah yang terus bergerak. Beruntung tidak ada korban jiwa dan alat berat berhasil dievakuasi dengan cepat.
Pembersihan hari pertama dimulai dari jalur Desa Suko Pangkat menuju Sungai Betung Hilir. Dua titik longsor telah berhasil dibuka, dan proses dilanjutkan kembali esok hari.
Setelah pembersihan sementara dilakukan, akses jalan dari empat desa di Sungai Betung menuju Siulak Deras, yang merupakan ibu kota Kecamatan Gunung Kerinci, sudah kembali dapat dilalui kendaraan roda empat. Namun akses utama menuju Kecamatan Kayu Aro masih lumpuh total.
Camat Gunung Kerinci, Rifdi, berharap tidak terjadi longsor susulan mengingat curah hujan masih tinggi di wilayah tersebut. Ia juga mengimbau warga yang tinggal di daerah rawan longsor untuk tetap waspada dan mengutamakan keselamatan.
Sementara itu, pihak kepolisian dari Polsek Gunung Kerinci telah memasang garis polisi pada titik jalan yang amblas untuk mencegah terjadinya kecelakaan dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. (MD)









