GENTALANEWS.COM – Tahun Baru Islam, 1 Muharam 1447 Hijriyah merupakan momentum muhasabah atau evaluasi terhadap diri sendiri. Hakikatnya adalah hijrah, namun bukan perpindahan tempat tetapi mental, moralitas, dan religiusitas kita sebagi bangsa. Maksudnya, mengubah sifat buruk menjadi lebih baik,
“Ini momentum yang tepat untuk melakukan introspeksi diri,” kata Ari Yusuf.
Ari mengajak semua umat Islam terutama generasi muda untuk memetik hikmah pergantian tahun dan memperbarui sikap mental dan perilaku individu dan masyarakat. Pergantian tahun selalu mengingatkan umat pada peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya dari Makkah ke Madinah, kota peradaban yang semula bernama Yatsrib.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
“Hijrah merupakan mata rantai untuk membangun tatanan kehidupan masyarakat yang memberi jaminan dan kebebasan menegakkan akidah, menjalankan ibadah, merealisasikan ajaran Islam yang menjadi rahmatan li al-‘alamin.
Peristiwa hijrah adalah tonggak paling bersejarah dalam perkembangan agama Islam ke seluruh dunia, sehingga ditetapkan sebagai permulaan penanggalan tahun baru Islam. Semangat dan nilai tahun baru hijrah adalah perubahan menuju keadaan yang lebih baik. Dalam perspektif kekinian, Tahun Baru Islam, 1 Muharam 1447 Hijriyah merupakan momentum muhasabah atau evaluasi terhadap diri sendiri. Hakikatnya adalah hijrah, namun bukan perpindahan tempat tetapi mental, moralitas, dan religiusitas kita sebagi bangsa. Maksudnya, mengubah sifat buruk menjadi lebih baik,
“Hal ini perlu agar bangsa diri kita tidak larut dalam gemerlap negatif globalisasi, dan tergilas zaman”.
Mulai hari ini mari kita perbaiki tatanan kehidupan kita.Mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali, manfaat kan waktu yang tersisa ini Untuk ajang pengabdian terhadap pencipta.Hidup bukan sekedar hidup,Tapi hidup untuk maha hidup.
Hidup sekali jadikanlah hidup ini penuh arti dan mampu menabur benih-benih kebaikan untuk di tuai dikemudian nanti.”ajakan Ari.









